Jadi Insinyur beneran !

Posted on July 13th, 2009 in About Me by fireman0410syah

Bismillahirrahmannirrahim.

..

Suasana hening. Masing-masing siswa sibuk dengan ujiannya. Pak Guru kini mulai mengitari kelas setelah hampir 1,5 jam duduk di singgasananya. Sampailah beliau di sebelah saya, mengambil kertas ujian saya, dan memperhatikannya dengan seksama. Lalu berujar, “Wah, kamu bakal jadi insinyur nih man!”.
Tidak tahu mengapa beliau mengucapkan seperti itu, baru saya tahu 2 minggu kemudian setelah hasil ujian itu diketahui ternyata saya mendapat nilai 95. Nilai yang hampir sempurna untuk mata pelajaran Matematika saat saya duduk di kelas 4 SD 04 Ptg.
Saya punya sahabat dekat yang cukup pintar saat SD. Teringat ketika membicarakan tentang cita-cita, saya masih ragu dengan cita-cita saya, yang paling mantap adalah jadi ABRI karena gagahnya terlihat di layar TV. Tetapi sahabat saya itu punya cita-cita jadi Insinyur, ternyata dia juga terinspirasi dari sinetron Si Doel yang jadi Insinyur. Sayangnya ketika saya tanyakan jadi Insinyur itu kerjanya apa, dia juga ragu jawabnya. Akhirnya saya tidak berminat jadi Insinyur.

****

Seisi kelas begitu ramai, sampai menjadi hening ketika sang guru masuk ke kelas. Sebelum kelas dimulai akan diumumkan terlebih dahulu 3 nilai tertinggi hasil ujian bayangan mata pelajaran Fisika di Bimbel Santo Lukas yang saya ikuti itu. Disebutlah nama pertama, dan semua orang bersorak karena mengenal nama itu. Disebutlah nama kedua, seisi kelas pun kembali ramai. Disebutlah nama ketiga, tetapi seisi kelas hanya menengok ke kanan dan ke kiri, sampai saya yang duduk paling belakang mengangkat tangan dan semua mata tertuju pada saya. Teman saya dari SMP 227 hanya tersenyum, ternyata siswa dari SMP 239 ini boleh juga ya.

****

Satu persatu siswa keluar lebih dahulu dari kelas, menyelesaikan tes IQ yang diadakan untuk seluruh siswa kelas 2 SMA 38. Keren juga saya pikir, soal-soal sesulit ini dapat diselesaikan kurang dari waktu yang ditentukan. Sayapun belum menyelesaikannya pada waktu yang ditentukan, sampai harus asal-asalan mengisi jawaban dengan waktu yang singkat. Tidak lama kemudian hasil tesnya keluar. Ternyata saya termasuk salah satu siswa yang mendapat nilai IQ yang tinggi, katanya. Tapi yang saya perhatikan adalah saran dari hasil tes itu. Bahwa saya disarankan untuk bergelut dibidang Industri atau Konstruksi Bangunan. Wah, binatang apapula itu, karena tidak mengerti akhirnya saya acuhkan.

****

Sudah tiga kali hasil try out di Bimbel Quantum tempat saya belajar tidak memuaskan. Bimbel itu tidak hanya memberi bimbingan belajar, tapi juga membimbing siswanya untuk mengetahui seluk beluk ujian, cara dan strategi masuk perguruan tinggi, dan lainnya. Ketika hasil try out yang terakhir, ternyata hasil nilai saya tidak sampai juga untuk memenuhi passing grade tempat kuliah yang saya inginkan, MIPA FISIKA UI. Bahkan saya disarankan untuk mengambil Fisika UNPAD untuk pilihan pertama, dan FISIKA UNDIP untuk pilihan kedua. Akhirnya saya berkonsultasi, sarannya adalah agar saya memilih pilihan pertama sebagai pilihan impian, pilihan kedua sebagai pilihan aman (yang penting masuk PT Negeri). Maka saat pendaftaran SPMB saya memberanikan diri untuk mengambil MIPA FISIKA UI sebagai pilihan aman, berhubung setiap hasil try out saya terus mengalami peningkatan, sehingga saya yakin nilai saya saat SPMB nanti juga akan mengalami kenaikan sehingga akan masuk grade MIPA FISIKA UI. Saya berminat masuk Fisika UI karena saya ingin menciptakan bom nuklir yang akan menyaingi Amerika, maklum saat itu semangat untuk jadi teroris lagi tinggi-tingginya :).
Lalu pilihan pertama sebagai pilihan impian adalah Teknik Sipil UI. Awalnya saya akan mengambil Teknik Elektro UI karena sangat berminat dibidang itu. Banyak pengalaman saya waktu kecil yang membuat saya tertarik di bidang Elektro, terutama ketika Bapak saya yang guru Fisika itu membawa peralatan praktikumnya ke rumah. Tetapi saya tahu diri saja, passing gradenya terlalu tinggi untuk dicapai, jadi saya coba cari jurusan lain di Teknik yang mungkin masih bisa saya capai, atau yang peminatnya sedikit. Ternyata saya jatuh hati di Teknik Sipil UI setelah saya baca-baca tentang Teknik Sipil UI di buku panduan yang saya ambil saat ada Pameran Perguruan Tinggi di JCC Senayan.

****
Setelah masuk UI, ternyata isinya orang pintar semua. Saya jadi paling goblog disana, bahkan sempat berpikir untuk berubah haluan. IP di semester pertama saja cuma 2,2, bahkan sempat disemester-semester berikutnya menikmati IP 1, (satu koma). Payah deh.. Apa mau dikata, saya udah di dalam, yang ada ya harus dihadapi. Jadilah saya lulus setelah 5 tahun berkutat di Teknik Sipil UI. Eh, baru mau wisuda malah mau mati (baca:kecelakaan). Untung saya masih hidup sampai sekarang. Alhamdulillah.. Jadilah saya Insinyur beneran sekarang…sotoy tapinya…hahaha…
Kagak nyangka deh tuh omongan guru gua waktu SD, jadi kenyataan…(keluar deh Betawinya)


http://fireman0410syah.multiply.com/photos/album/77/Deadline….

****
Belum selesai saudara-saudara…
Sahabat dekat yang saya ceritakan tadi sekarang hanya jadi Security. Cara berpikirnya kurang terbuka, selesai SMA langsung kerja. Tapi saya harus maklum, kondisi ekonomi yang membuatnya harus demikian. Walau seharusnya dia bisa cari beasiswa kalau benar-benar ingin menggapai cita-citanya, karena saya yakin orangnya cukup pintar. Tapi sayang, kurang cerdas dalam menyikapi keterbatasan ekonominya. Bukankah Allah tidak akan mengubah suatu kaum, kalau kaum itu tidak mau mengubahnya?

****
Jadi saudara-saudara, bersyukurlah atas nikmat yang Anda punya sekarang. Jangan mengeluh doang. Kita masih lebih beruntung dari orang-orang sekitar kita yang kekurangan. Dan ternyata Allah tidak selalu berkehendak seperti apa yang kita kehendaki.

Wallahu’alam

Skenario-Mu

Posted on December 23rd, 2008 in Puisi by fireman0410syah

SkenarioMu ya Allah
menghujam bumi
menembus cakrawala
luar biasa…

SkenarioMu ya Allah
menembus ruang waktu
melewati ribuan zaman
luar biasa…

SkenarioMu ya Allah
menundukkan aku
bersimpuh kepadaMu
luar biasa

SkenarioMu ya Allah
meyakinkan aku
untuk menyebut
laa haulaa walaa quwwata illaa billaaah

http://www.kemudian.com/node/223308

Engkau menguji cintaku

Posted on December 23rd, 2008 in Puisi by fireman0410syah

saat ku tulis tentang Pencinta Sejati
dan saat ku ungkap akan Bidadari Surgaku
saat ku harapkan cintailah Cinta
dan saat ku putuskan tentang Aku dan 4 Kekasihku

Engkau menguji cintaku
kepada Mu
Engkau menguji cintaku
yang hanya untuk Mu

ku relakan seseorang yang kucintai
asal Engkau tetap mencintaiku

http://www.kemudian.com/node/223507

Satu

Posted on December 23rd, 2008 in Puisi by fireman0410syah

Kurang apa aku?
sampai kau meninggalkan aku.
Sepatu?
aku punya.
Baju?
aku punya.
Buku?
tidak terkira.
Uang saku?
jangan ditanya.

Tapi kau punya kepala seperti batu,
jawabnya.
kau punya hati sekeras kayu,
resahnya.
Imanmu pun aku ragu,
sinisnya.
cintamu bukan hanya kepada Yang Satu,
geramnya.
bukan kepada Yang Menciptakan aku,
marahnya.

http://www.kemudian.com/node/223725

yang Kau minta

Posted on December 23rd, 2008 in Puisi by fireman0410syah

saat ku tak mendapatkan apa yang kuminta
Tuhan … maafkan aku
aku tak selalu memenuhi apa yang Kau minta

http://www.kemudian.com/node/223406

Si Parmin bingung, kok tidak kaya-kaya…

Posted on November 19th, 2008 in Religion by fireman0410syah  Tagged , , , , , , , ,

Siang itu seperti biasa Si Parmin pergi ke masjid untuk shalat Dzuhur. Resah rasanya kalau adzan memanggil dia tidak langsung pergi ke masjid. Apalagi kalau dia tidak mendengar adzan, rasanya seperti dicampakkan. Shalatnya belum tentu khusyu dan mendapat pahala yang besar tapi pahalanya ke masjid pasti dihitung tiap langkahnya. Dia selalu ingat apa yang disabdakan RasulNya

“Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk shalat berjama’ah, maka satu langkah

akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai

satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi maupun pulangnya.” (HR. Ahmad).

Tidak seperti kemarin Si Parmin (P) terlihat bingung, targetnya banyak yang tak tercapai. Kali ini tentang kekayaan. Dia mengadu kepada Tuhannya (T) setelah shalat. Serasa mendapat jawabannya, dia pun merenung……

P : Saya bingung ya Tuhan

T : Kenapa?

P : kok saya gak langsung kaya seperti si fulan?

T : memang kamu sekarang belum kaya?

P : belum

T : gaji kamu berapa ?

P : 1,9 jeti

T : kurang?

P : gak sih

T : tidakkah kamu bersyukur dengan yang segitu?

P : sangat bersyukur

T : terus?

P : masih mau lagi

T : itu namanya ga bersyukur !

P : tapi saya ingin kaya supaya bisa lebih dermawan kok

T : maksud kamu, supaya orang mengatakan bahwa kamu dermawan?

P : bukan, saya tidak butuh pujian, segala puji hanya milikMu tapi seperti sabda RasulMu ”Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya” (HR. Bukhari). Saya ingin amal jariyah saya banyak ketika saya meninggal.

T : sudah bersedakah hari ini?

P : belum

T : terus?

P : Saya biasanya bersedekah tiap jumat.

T : kenapa tidak tiap hari? Katanya mau amal jariyahnya banyak? Atau jangan2 kamu seperti yang Aku wahyukan di Quran surat Al Fajr ayat 15-20 ; Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

P : tidak Tuhan, saya tidak seperti itu.

T : buktikan!

P : caranya?

T : bukankah telah sampai cerita Si Ucup kepadamu?

P : Pak Yusuf Latief?

T : Bukan! Yang Ku maksud si Yusuf Mansur

P : tentang security itu http://fireman0410syah.multiply.com/reviews/item/49

T : siapa lagi?

P : terus?

T : kapan kamu gajian lagi?

P : tanggal 25

T : sedekahkan semua!

P : semua?

T : iya, bukankah kau ingin menjadi dermawan

P : tapi saya pikir saya sudah cukup dengan bersedakah tiap hari Jumat.

T : kurang, setelah kamu sedekahkan semua, kamu harus tetap bersedekah setiap hari! Kalau dengan gaji segitu aja kamu cuma bersedekah seminggu sekali untuk apa aku harus menambah rezkiKu pada mu? untuk apa Aku menambah kekayaanmu?

P : lalu saya makan apa bulan depan?

T : bukankah sudah kukatakan Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.(Adz Dzaariyaat:58) Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al ‘Ankabuut:60). dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan (An Najm:48 ). Tidakkah ingat apa yang dikatakan temanmu, ketika dia sudah tidak dikirimi lagi uang dari orangtuanya, bayar kosan sudah nunggak 2 bulan, sedang dia belum berpenghasilan, lalu kau tanyakan bagimana dia bisa makan? Dengan yakin dia mengatakan, yang kasih rezki Allah kok. Kau pun gemetar mendengarnya kan? Sekarang ada berapa uangmu?

P : 1,1 jeti di tabungan, 100 ribu di dompet.

T : kamu masih tinggal bersama orang tua, kamu masih makan numpang mereka, rezkimu disitu. Setiap hari kamu juga dikasih makan dari kantor, rezkimu disitu. Sehari ongkosmu 10 ribu, untuk 40 hari kedepan, kamu hanya menggunakan 400 rb. Masih ada sisa untuk sedekah setiap harinya 10 ribu, tidak akan terasa selama 40 hari kamu sudah bersedekah 400 rb. Masih ada 400 rb! Bisa digunakan untuk yang lain.

P : saya harus menabung untuk bayar kuliah S2?

T : kapan?

P : bulan depan.

T : Aku akan berikan lewat jalan yang lain. Tunggulah janjiku.

P : saya harus bayar kursus English?

T : kapan?

P : bulan depan juga

T : Aku akan berikan pada saatnya. Tunggulah janjiku.

P : saya mau beli hp juga. HP saya sudah butut?

T : selagi alarmnya masih bisa membangunkanmu shalat subuh, kamu tidak perlu beli hp lagi. Untuk apa?

P : yang ada kameranya?

T : kamu sudah punya kamera. Buat apa lagi? Buat gaya? Tidak takutkah kamu menjadi sombong karena itu?

P : saya mau beli laptop?

T : untuk apa? Di rumah ada 4 komputer, jaringan internet unlimited. Di kantor ada 8 komputer, pake yang mana saja yang kamu suka. Apa lagi? Karena kanan kirimu punya laptop? Bukankah kamu sudah rasakan laptop hanya memberatkan pundakmu? Kalau saatnya kamu memang benar-benar memerlukan, Aku akan berikan.

P : bukankah tidak merencanakan sesuatu itu sama saja dengan merencanakan kegagalan?

T : lalu?

P : saya berencana menikah berarti saya harus mempersiapkan mahar saya, saya mau pergi haji sedang ongkos kesana mahal sekali, saya ingin punya rumah untuk tempat tinggal keluarga saya berarti saya harus membayar cicilan. Bukankah saya harus menabung untuk itu?

T : akan Ku anugerahkan kau wanita yang penuh barakah. Seorang wanita yang penuh barakah adalah yang maharnya murah, mudah menikahinya, dan akhlaknya baik. Kau tidak perlu bingung memikirkan mahar untuk menikahinya. Tentang pergi haji, ketika saatnya kau Ku panggil ke rumahKu, Aku akan memampukanmu sehingga kau akan mampu untuk pergi haji. Ketika keluargamu sudah membutuhkan rumah tinggal sendiri, Aku akan mempermudah membuatkannya. Seperti mudahnya Aku membangun bumi dan langit beserta isi-isinya. Peganglah janjiku.

P : begitu mudahnya Kau mengatakan itu semua?

T : seperti begitu mudahnya Aku mencabut nyawamu.

Ingatlah , Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.(Faathir : 5)

Dan aku pernah mengatakan, Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu amalan  yang lebih Aku cintai dari pada amalan-amalan yang telah Aku wajibkan baginya. Dan hamba-Ku akan senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang dengannya dia mendengar, dan Aku adalah penglihatannya yang dengannya dia melihat, dan Aku adalah tangannya yang dengannya dia meraih sesuatu dan kakinya yang dengannya dia melangkah. Dan apabila dia meminta kepadaku maka sungguh Aku akan mengabulkannya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaku, maka sungguh Aku akan memberinya perlindungan.”

Dan jangan lupa, Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku dan Aku bersama dengannya ketika ia ingat kepada-Ku. Jika ia ingat kepada-Ku di dalam hatinya, maka Aku pun ingat kepadanya di dalam hati-Ku. Jika ia ingat kepadaku dalam lingkungan khalayak ramai, niscaya Aku pun ingat kepadanya dalam lingkungan khalayak ramai yang lebih baik. Jika ia mendekati-Ku sejengkal, Aku mendekatinya pula sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku mendekatinya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku mendekatinya sambil berlari”

Nah, jangan lupa juga shalat dhuha yang telah diajarkan kepadamu.

P : kalau gitu saya cukup berdoa dan beribadah?

T : tidak, bagimu apa yang kamu usahakan. Tapi sedekahmu akan mempercepat apa yang kamu harapkan. Bukankah telah sampai kepadamu wahyuKu?

Ingatlah wahyuKu : “Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Al Baqarah:202) “…bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan,…”( An Nisaa’:32) “Dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS. Yusuf : 88).“Dan kamu tidak membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Baqarah : 272) Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allahadalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(Al Baqarah:261)

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allahadalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(Al Baqarah:261)

QS Saba’ ayat 39,: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagisiapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

QS At-Taghabun [64]: 17:  “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

Sekarang sudah ku contohkon melalui security yang diceritakan si Ucup. Kenapa kau tidak coba?

P : tapi Tuhan, teman saya ada yang nyeletuk? “Ada kok orang yang tidak bersedekah tapi tetap kaya!”

T : temanmu atau kamu?

P : teman saya kok

T : jangan temani orang seperti itu. Ingat wahyuKu, (Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.”(At Taubah:79)

Dan telah kuceritakan kisah Karun kepadamu, Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.”(Al Qashash:78-79). Janganlah kamu seperti Karun.

P : I see

T : apanya yang I see?

P : semakin banyak saya bersedekah, amal jariyah saya semakin banyak semakin banyak pula bekal saya untuk ke akhirat. Kemudian saya bertambah kaya karena ridhaMu kepada saya. Karena cintaMu kepada saya. Karena rahmatMu kepada saya.

T : yapz. tapi ingat lagi Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(Al-Baqarah:216)

Kini si Parmin tidak bingung lagi. Tidak takut lagi miskin karena bersedekah. Dan kemudian mempersiapkan diri untuk tanggal 25 menyedekahkan semua gajinya. Kita tunggu dan lihat apa yang terjadi?

seringkali termotivasi tidak ada artinya kalau tidak aksi
jadi tunggu apa lagi?
Ibnu Alwi
(kalau sudah dekat dengan Allah, apa sih yang tidak mungkin?)

tentang kecelakaan itu

Posted on October 4th, 2008 in About Me by fireman0410syah
\

Jumat, tanggal 29 Agustus 2008, tepat pukul 10.30 WIB saya menyelesaikan interview di PT.KOJO, Gedung Wisma Pondok Indah. Hari itu adalah hari wisuda saya, rencananya pukul 15.30 di Balairung UI. Rencananya pula saya lebih dulu ke UI untuk foto-foto bersama teman-teman, baru kemudian keluarga saya akan menyusul untuk menghadiri wisuda saya yang hanya’formalitas’ itu.

“Mah, iman pergi dulu. Nanti pulang lagi ambil mobil.”, sambil saya cium tangan Ibu saya lalu saya raih tas di atas meja. Jam 9 pagi itu saya terburu-buru agar tidak terlambat untuk interview. Alhasil karena lupa menutup tas, hampir semua isi tas jatuh berserakan di lantai.

“Hati-hati man, jangan buru-buru!”. Ibuku menasehati seperti biasanya, begitu pula saat kunaiki sepeda motor ku, “Jangan ngebut, hati-hati naik motornya.”

Tapi apa mau dikata, saya sudah telat, pukul 09.30 saya sudah sampai di gedung Wisma Pondok Indah

Selesai interview entah kenapa, di parkiran Wisma Pondok Indah itu hati saya senang sekali. Entah karena merasa sukses melewati interview itu atau karena saya akan di wisuda hari ini. Tepatnya bukan karena wisudanya, tapi karena momentum wisuda inilah saya berhasil membuat Bapak saya pulang cepat, Ibu saya tidak kerja, kakak saya izin kerja dan adik laki-laki saya pulang dari asrama, sedang dua adik saya lagi pulang dari sekolahnya. Setelah bertahun-tahun, saya berhasil mengumpulkan mereka untuk foto bersama, rencananya di Balairung UI sebelum wisuda. Keluar dari parkiran itu jalan raya terlihat lenggang dan saya bisa lenggang kangkung menaiki motor dengan kecepatan yang maksimal sambil bershalawat dengan berteriak. Entahlah, itulah ekspresi keriangan saya di atas motor. Kalau Anda ingin meluapkan perasaan dengan menaiki puncak gunung dan berteriak di sana, kalau saya tidak, saya punya motor. Hehe.

Saat sampai TB Simatupang saya terdiam, berpikir untuk tidak terburu-buru pulang ke rumah, mengambil mobil, dan shalat Jumat di MUI mengingat waktu yang sudah tidak memungkinkan. Saya berencana ulang untuk pergi bersama keluarga saja dari rumah pukul 13.30. Tapi saya usahakan saat itu untuk cepat sampai di rumah, barangkali rencana awal masih bisa dikerjar. So, kecepatan motor masih maksimal, entahlah berapa kecepatan saya waktu itu. Yang pasti ada 3 motor termasuk saya yang berkecepatan sama seperti saya.

Setelah melewati Citos tinggal 1 motor lagi yang berkecepatan sama seperti motor saya. Motor itu dinaiki oleh 2 orang berada di sisi kanan jalan. Sedang saya ada di belakangnya di sisi kiri jalan sehingga saya bisa memperhatikan motor itu. Kurang lebih 10 meter sebelum gerbang Balai Kerajinan tepatnya di seberang gedung Tripatra, kondisi jalan sedikit berkelok ke kiri sepertinya yang membuat motor itu ke tengah jalan, masih dengan kecepatan yang sama, juga saya masih dengan kecepatan yang sama. Tapi apa daya, ada lubang yang ditutup tidak sempurna. Motor itu menghindari lubang itu dengan tiba-tiba ke sisi kiri jalan yang akan saya lewati, sayangnya tanpa dengan kecepatan yang sama. Dan akhirnya dengan tiba-tiba melambatnya motor itu tentu saya bisa menabraknya karena kecepatan kami berbeda. Maka saya berusaha mengerem motor saya agar tidak menabraknya. Tapi semua yang serba mendadak ini tidak menghasilkan sesuatu yang baik, takdir sudah tertulis, usaha saya tidak berguna saat itu. Motor saya tidak stabil dan mulai miring ke kiri. Saya yakin akan jatuh. Kondisi trotoar lebih tinggi, agar saya tidak terjatuh di jalan dan terlindas kendaraan lain terus kepala saya bisa terbentur trotoar, lebih baik saya sedikit melompat ke atas trotoar. Ternyata ada pohon kecil yang memang sudah pasrah menerima saya menghantamnya. Perut sebelah kiri saya terhantam pohon kecil ini.

jalan agak berkelok (lihat garis tengah jalannya, klik untuk zoom)

posisi lubang dan pohon

lubang yang harus dihindari

pohon kecil yang setia menanti (terlihat motor baru saja menghindari lubang)

Saat itu saya mati rasa seketika, tidak sampai sedetik kemudian saya merasakan perut saya sakiiiit sekali. Ooh ini ya sakratul maut, “Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah”. Eh selesai mengucapkannya ternyata saya belum mati. Aduuh, sakiiiit sekali. Saya mencoba menatap ke atas, ternyata sudah banyak orang mengitari saya. Saya kembali memejamkan mata sambil menahan rasa sakit tak terhingga.

Saya kira saya akan menjadi episode selanjutnya yang akan mati sebelum bulan Ramadhan, seperti Harry Elektro’03. Beliau yang saya kenal memang orang baik, mungkin tidak akan merasakan nikmatnya bulan Ramadhan, tapi itu lebih baik selagi masih muda, dosa belum menumpuk karena tergerus oleh arus dunia yang akan memasukkan kita ke jurang neraka. Apalagi di dunia konstruksi yang begitu dahsyatnya dan belum banyak tersentuh KPK. Tapi saat saya berpikir apa saya akan masuk surga kalau mati sekarang? Waduuuh, istighfar saya sejadi-jadinya.

“kenapa tuh pak, kok bisa jatuh?”

“kasih minum tuh!”

Banyak orang berkomentar dan bertanya-tanya.

“diangkat aja pak, angkat ke pos satpam!”

Nah lho, pos satpam dipikiran saya saat itu sempit dan sumpek. Wah, jangan sampai saya diangkat ke sana.

“diangkat ya mas?”, seseorang menanyakan kepada saya.

“jangan dulu pak, di sini aja dulu.”jawab saya sambil meringis kesakitan.

“wah, patah kali tuh tulangnya.”

“bawa ke rumah sakit aja.”, komentar yang lain lagi.

“ke rumah sakit aja ya mas, ke fatmawati?”, tanya seseorang lagi.

Saya pun mengiakan, dan saya diangkat ke dalam taksi. Awalnya saya berusaha bangkit, barangkali ini hanya sugesti dan rasa sakit akan berkurang seperti biasanya saya terjatuh dari motor. Tapi kali ini berbeda, saya merasa benar-benar ada yang patah. Saya hanya menekuk badan saya seperti kucing tidur dan tidak berani bergerak lagi. Rasa sakit tak terhingga pun masih saya rasakan walau sudah di dalam taksi di atas kursi empuknya. Dua orang mengantar saya, satu satpam dan satu lagi berpakaian biasa.

Sampai di UGD, tak lama dokter menghampiri dan kemudian menyuruh suster untuk memasang oksigen dan infus, siksaan pertama di mulai. Jarum suntik pertama dimasukkan di lengan saya, untung tidak terlalu terasa sakit, karena rasa sakit di perut lebih hebat dari pada suntikkan jarum itu. Pak satpam yang tadi mulai sibuk menghubungi keluarga saya.

“Mas kakaknya nih nelepon?”

“Iman, ini bener iman?”, kakak saya waswas di ujung telepon.

“Iya bener.”

“Iman, gak papa?”

“Iya, gak papa. Kasih tau bapaknya pelan-pelan ya!”, saya khawatir keluarga di rumah terlalu resah. Bagaimana tidak, mereka sedang bersiap untuk hadir ke wisuda saya, malah mendengar saya di UGD.

Tiba-tiba ada seseorang yang telepon.

“Firmannya lagi di UGD Fatmawati!”, kira-kira pak satpam itu menjawab demikian dan menyerahkan HP ke saya, “Ada temennya nih yang nelepon.”

Saya liat ternyata yang menelepon teman saya, tanpa saya jawab saya kembalikan lagi telepon itu sambil memberi isyarat jangan kasih tahu saya di sini.

“Firmannya lagi di kamar mandi, udah dulu ya.”, kira-kira seperti itu jawabannya sambil mematikan HP. Kemudian saya melarangnya untuk menerima telepon kecuali dari kakak saya.

Kebetulan saya sering ke UGD, saya tahu kondisi UGD tidak boleh dimasuki oleh penjenguk. Maka saya tidak mau kabar kecelakan saya diketahui oleh teman-teman. Apalagi mereka semua sedang kumpul-kumpul di acara wisuda. Pasti kabar akan cepat menyebar, kalau sudah begitu pasti UGD akan penuh, dan banyak suster yang ngomel-ngomel. Saya hanya menghindari hal itu. Tapi apa mau dikata, kabar saya pun diketahui teman-teman. Penuhlah malam itu di UGD oleh teman-teman dan berulangkali suster dan satpam di UGD tersebut menegur kami. Tapi terima kasih, sudah datang menjenguk dan mendoakan saya di lorong rumah sakit itu.

Jam 12 kurang, Bapak dan adik saya tiba. Setelah mengurus administrasi, saya suruh mereka untuk shalat Jumat dulu. Sebelum mereka datang, saya sendirian dan ditanyakan oleh suster dimana keluarganya. Saya pun sempat dibolak-balik badan saya di ruang rontgen bahkan disuruh duduk, padahal rasa sakit masih tak terkira, tapi toh saya bisa melakukannya walau tidak sampai 10 detik. Kemudian Ua’ saya dan anaknya datang, rencana mereka juga mau menghadiri wisuda saya, tetapi akhirnya datang ke rumah sakit.

Penyiksaan kemudian berlanjut, setelah berkali-kali ditanyakan oleh suster, saya belum kencing juga, kemaluan saya akhirnya dipasang kateter. Untung yang memasangkannya seorang pria. Wuiih, saudara-saudara, sakitnyaaaa. Ngiluuuu. Luar biasa. Maaf ya, saya kasih liat gambar ilustrasinya.

kateter

Dan ternyata kencing yang keluar memang disertai dengan darah.

Penyiksaan selanjutnya datang. Katanya sih untuk mengeluarkan kotoran dari isi lambung. Ini yang paling berat. Saya tidak berani banyak gerak dan bicara karena hal ini. Bahkan 6 kali saya muntah hebat karena enegnya. Seorang suster datang membawa selang dan mengukur panjangnya dari hidung sampai perut. Kemudian tanpa instruksi yang jelas, selang yang diameternya dua kali lipat diameter kateter itu dimasukkan melalui hidung sampai ke lambung.

“Tunggu, saya mau minum dulu!”, tetapi tetap saja selang itu dimasukkan ke dalam hidung saya.

Aduh sulit saya mengungkapkan sakitnya, sampai saya menaikkan pinggul saya berkali-kali dan menghentakkan kaki saya. Untung ada yang memegang kaki saya. Saya seperti kambing yang sedang disembelih lehernya.

“Tarik napas dalam-dalam mas.”, saya dibimbing agar selangnya bisa masuk

Dan akhirnya selang itu lancar masuk sampai ke lambung, setelah terhambat di kerongkongan.

bayangkan kalau selang itu masuk ke kerongkongan Anda

Coba lah Anda bayangkan sendiri, kalau selang itu masuk melalui hidung Anda ke dalam lambung. Dan memang 1 botol lebih cairan yang keluar lewat selang itu, belum lagi bersamaan dengan muntah yang keluar lewat mulut. Warnanya pun bervariasi, hitam, hijau, dan coklat kemerahan, terakhir cairan yang keluar sudah bening.

Tidak lama kemudian saya di rontgen lagi. Alhamdulillah dari semua hasil rontgen tidak ada patah tulang. Tetapi karena ada darah di kencing saya maka saya akan di USG. Baru tengah malam saya di USG. Hasilnya pun nihil, tidak ada luka dalam. Analisa yang mungkin adalah ada iritasi di ginjal karena benturan saat kecelakaan. Tetapi tidak sampai menyebabkan luka yang berarti sehingga tidak perlu dilakukan operasi. Saya pikir, ini baru iritasi, bagaimana kalau ada luka dalam beneran? Bagaimana rasa sakitnya? Allahu Akbar Yang Menciptakan tubuh ini dengan sempurna.

syukur tidak mengenai tulang, tapi mengenai perut sebelah kanan saya. akibatnya ginjal kanan saya luka.

Dari siang sampai malam saya di UGD, dari kecelakaan sampai saat itu pula lah saya tidak tidur dan masih dalam keadaan sadar, tidak pingsan. Di ruang UGD itu malaikat Izrail sepertinya sempat mampir, karena ada yang meninggal juga karena kecelakaan motor. Ada juga yang masuk dengan berlumuran darah di kepalanya juga karena kecelakaan, hal yang sama dilakukan kepadanya, dipasangi kateter dan selang dari hidungnya. Orang tuanya sempat meminta dicabut selang itu karena tidak tega melihat anaknya muntah, tapi dokter tidak mau ambil resiko. Jika orang tuanya tetap meminta dicabut, maka harus menandatangani surat pernyataan bahwa dokter tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Saya pun sempat meminta selangnya dicabut saja. Bagaimana tidak, rasa sakit diperut seperti hilang begitu saja karena beralih ke rasa sesak di dada akibat ada selang dari hidung sampai lambung saya. Belum lagi rasa eneg yang tidak terkira, kalau sudah sampai puncak, maka pasti saya akan muntah dengan hebat. Tetapi karena tidak mau ambil resiko akhirnya saya pasrah, 4 hari selang itu ada di tubuh saya, begitu juga dengan kateternya.

Takut ada pencemaran di dalam tubuh saya maka darah saya selalu diperiksa. Selama hampir 5 hari di rumah sakit mungkin tidak kurang dari 10 kali tangan kiri saya ditusuk untuk diambil darahnya. Saya yang biasanya tidak mau disuntik kalau ke dokter, saat itu hanya pasrah merasakan tangan saya ditusuk-tusuk jarum, apalagi kalau tusukan pertama tidak mengenai pembuluh darah. Waduuh…

Dan ternyata saudara-saudara, kita ini memang pantas disebut manusia yang penuh dengan dosa karena sering khilaf disana-disini. Apalagi yang namanya syukur nikmat. Terutama pada hal-hal yang mubah. Seperti melihat, menulis, berjalan, mendengar, yang kalau nikmat itu tidak diberikan sehari saja. Wah, rasanya seperti mau kiamat dunia. Saat itu saya tidak boleh makan dan minum supaya darahnya tidak tercemar saat mau diperiksa. Jadi makanan hanya lewat infus saja. Kalau puasa cuma sehari aja mungkin masih bisa menahan rasa haus dan lapar di tenggorokan, tapi saya hampir tiga hari tidak boleh makan dan minum. Saat bibir kering, hanya diolesi oleh madu dan air, seringkali saya curi-curi untuk memasukkan ke dalam mulut, bukan setetes atau dua tetes tapi sejilat atau dua jilatan, itupun rasanya sudah luar biasa. Ketika senin sore saya sudah boleh makan, wah rasanya luaar biasa.

Selasa siang 2/09 saya sudah pulang ke rumah. Yang jenguk datang silih berganti, bahkan ketika saya sudah naik taksi sampai Tanjung Barat ternyata ada yang menelepon dari seorang teman yang sudah sampai di rumah sakit untuk menjenguk saya. Akhirnya dia menyusul ke rumah. Hari Sabtunya 30/08 Didit Ahmad Sipil ’01 pun sempet menjenguk. Saat itu saya tidak bisa bicara, karena masih ada selang di tubuh saya. Jadi dia hanya berbicara dengan ibu saya. Dan ternyata dia yang mendahului saya minggu depannya.

Musibah merupakan ujian untuk orang yang beriman dan adzab untuk orang yang bermaksiat kepada Allah. Bagi saya musibah yang satu ini adalah teguran. Barangkali ada yang pernah mengutuk saya di jalan, atau saya mendzalimi pengendara lain atau bahkan pejalan kaki. Bisa jadi teguran ini karena kurangnya rasa syukur saya terhadap fasilitas yang saya miliki. Saya beristighfar akan hal itu. Tapi saya juga menganggapnya sekaligus ujian buat saya. Allah ingin melihat apakah saya bersabar atau tidak melewati musibah itu. Bukankah orang beriman itu akan bersyukur jika diberi nikmat dan bersabar jika mendapat musibah. Saya bersyukur rata-rata penjenguk saya orang-orang yang shaleh yang mengingatkan demikian. Ada sms-sms yang terus mendoakan, ada teman-teman yang mendoakan di lorong rumah sakit, ada kiai yang juga datang mendoakan, bahkan ada orang Turki yang datang dengan seteko air minum yang sudah dibacakan 125 Yasin. Nah lho.. Alhamdulillah saya hanya bergantung pada Allah.

Ini merupakan momen yang luar biasa buat saya, banyak hikmah di dalamnya, banyak perubahan yang diakibatkannya. Dan mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran juga buat yang lain.

Dan setelah bertahun-tahun, jadi juga foto keluarganya.

http://fireman0410syah.multiply.com/photos/album/70/Foto_Keluarga_dan_Wisuda

cintailah Cinta

Posted on April 2nd, 2008 in Puisi by fireman0410syah

[c]inta = fana

[C]inta = Maha Pencipta/Tuha
n

dinda
aku masih sendiri
jika kau ingin miliki diriku ini
milikilah Penciptamu yang kekal abadi

dinda
jangan kau caci maki cinta
bukan cinta yang menyakitimu
barangkali Sang Pencinta sedang iri padamu

dinda
segala yang ada di dunia
segala yang tercipta
adalah fana

termasuk cinta, dinda
cinta tercipta oleh Yang Maha Pencipta
yang juga menciptakan aku
dan menciptakan dirimu

dinda
jangan terlalu mengharapkan cinta
bukan juga kita tidak boleh mencinta
tapi ingat kata Nabi kita

jangan terlalu mencintai sesuatu
karena suatu saat engkau bisa membencinya
jangan terlalu membenci sesuatu
karena suatu saat engkau bisa mencintainya

dinda
cintailah Cinta
cintailah Sang Pencinta
Yang menciptakan cinta

salah dinda
jika cinta tak harus memiliki

tahukah kau dinda
Tuhan sangat amat memiliki
diriku dan dirimu dalam genggamanNya
Dialah Sang Pencinta sejati

dinda
milikilah Tuhanmu
maka kau akan memiliki segalanya
kau akan menguasai segalanya
termasuk cinta

Kau bukan yang pertama

Posted on February 25th, 2008 in Cerpen by fireman0410syah

  Hatiku berdegup kencang, entah mengapa bukan jantungku. Setelah dua
bulan melakukan ta’aruf, hari ini akan diputuskan, apakah dia menerima
diriku dan aku menerima dia sebagai calon istriku.

    “Kau bukan yang pertama”, akupun berhasil mengatakannya walau jantung ini bergetar, entah mengapa bukan hatiku.

   
“Ya, kau bukan yang pertama, kalau memang akan menjadi istriku kelak”,
wajahnya begitu tenang. Sebelumnya dia sudah memutuskan untuk mau
menjadi istriku kelak dengan berbagai pertimbangannya.

    “Umat telah lebih dulu memilikiku, istriku yang pertama adalah dakwah, dan kau harus siap untuk menjadi istriku yang kedua.”

    Kini wajahnya menunduk setelah sebelumnya kulihat bibirnya yang manis tersenyum simpul menandakan kegembiraan.

cerpen 100 kata
http://kemudian.com/node/93330

Pencinta Sejati dan Bidadari Surgaku

Posted on February 18th, 2008 in Puisi by fireman0410syah

Tidak !
Tidak !
Maafkan aku
Bukan kau yang
pertama 

Maafkan aku
Tak bermaksud ku
mengelabuimu
Tak bermaksud ku
tak mengatakannya padamu
Hati ini tidak
hanya milikmu 

Jangan
Jangan kau
menangis
Jangan kau paksa
aku
untuk menyerahkan
seluruh hatiku padamu tergetar
gemetar
aku
mengungkapkannya padamu 

kau yang selalu
disampingku
mendengarkan
setiap keluh kesahku
menyimak setiap
dongeng hidupku
menjaga setiap
langkahku 

tetapi tidak
tetap hati ini
bukan hanya untukmu
bahkan
seluruh hatiku
bukan untukmu 

layuh
lesuh
aku mengatakannya
padamu 

aku takut kau
tinggalkan aku
aku pohon jati
yang butuh sinar mentarimu
aku bulan yang
butuh cahaya bintangmu
aku tubuh yang butuh
selimut kasih sayangmu 

aku hanya mencari
cinta sejati
cinta yang kekal
abadi
aku tidak
mencintai yang fana
cinta yang hanya
seumur dunia 

ya
cintaku bukan
untukmu
cintaku hanya
kepada Tuhanku
hanya kepada
Penciptaku
Yang Maha
Pencinta Sejati 

tetapi cintailah
aku
karena aku
bersimpuh
sujud merengkuh
kepadaNya
agar menjadikan
kau bidadari Surgaku 

kita tanam benih
cinta di dunia
kita petik buah
cinta sejati di surga 

mau kah kau?

Next Page »