Fenomena “One Litre of Tears”

Posted on June 29th, 2006 in Peoples by fireman0410syah

“Film ini bagus,

Man.

Nonton deh!! Gua jamin pasti lu nangis”

“Ah, mana mungkin. Gua bukan tipe orang yang suka nangis
kalau lagi nonton. Apalagi kalau udah dikasih tau bakal nangis.”

One Litre of Tears, judul film yang ditawarkan teman saya.

“ Judulnya aja begini, Man”, tegasnya

Saya tidak terlalu bisa bahasa Inggris, sehingga judul itu
tidak saya pahami maksudnya. Baru saya tahu artinya ketika saya membuka kamus
di rumah.

Filmnya tentang seorang anak berusia 15 tahun yang terkena
penyakit spinocerebellar degeneration,
seperti gangguan sel pada otak yang dapat merusak seluruh jaringan tubuh
sehingga dapat menyebabkan lumpuh total secara bertahap. Penyakit ini tidak
bisa disembuhkan. Cerita nyata yang difilmkan ini menjadi sangat dramatis
ketika iringan musiknya sangat mendukung sekali sesuai judulnya.

Saya pun sempat
mengacuhkan film ini beberapa hari karena film yang biasa saya tonton dan biasa
teman saya tawarkan itu film aksi. Saat baru mulai menonton ternyata ada
terjemahan bahasa Inggrisnya. Sebelum saya lanjutkan, saya sempat mencari-cari
kalau-kalau ada terjemahan bahasa Indonesianya. Pikir saya, bagaimana saya bisa
menangis kalau saya tidak mengerti isi film ini. Ternyata memang tidak ada, dan
karena resolusi gambar yang bagus, film Jepang pula, saya coba lanjutkan 1
episode dulu (film ini ada 11 episode) untuk menontonnya. Ternyata filmnya
memang bagus, tak heran dalam 2 hari saya selesai menonton film ini, padahal 1
episodenya kurang lebih 1 jam.

Tak pelak,
teman-teman seangkatan sudah banyak yang menonton film ini.

“Episode ke
berapa lu nangis?”, tanya seorang teman.

Memang di episode
kedua sudah membuat mata saya mendidih, dan di episode kelima dan selanjutnya
mata saya selalu mengalirkan air mata. Itulah sisi melankolis dari seorang
Firmansyah mungkin.(^_^)

Teramat sayang,
kalau hanya tangisan yang kita dapat dari film ini, padahal pelajaran dan
pengamalan amat berharga bisa kita dapat dari film ini. Tengoklah bagaimana Aya
(si anak yang terkena penyakit) menghadapi penyakit ini. “Tuhan tidak adil”,
katanya.

Padahal jelas..

· Al-Baqarah : 286. artinya :” Allah tidak membebani seseorang melainkan
sesuai dengan kesanggupannya
. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang
diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami
lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami
beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami
memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah
Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

· Ath Thalaaq : 7. artinya : “…Allah tidak memikulkan beban kepada
seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya
. Allah kelak
akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”

Al Insyirah (94). Artinya :

1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

2. dan Kami
telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3. yang memberatkan punggungmu ?

4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan,

6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

· Al- An’aam: 152. artinya : “…Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang
melainkan sekedar kesanggupannya
. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah
kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu, dan penuhilah janji Allah.
Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.”

Posisikanlah diri
kita pada diri Aya, apakah kita akan bertahan menghadapi ujian itu sedangkan
Allah berulangkali menegaskan bahwa tak ada beban yang Allah berikan kepada
kita kecuali sesuai kesanggupan kita. Masih kita pungkiri kah hal itu, setelah
sekian banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, dan belum tentu kita
sudah mensyukurinya.

“Tapi kenapa
harus saya?” kata Aya. Padahal di Alqur’an sudah dinyatakan ..

· Al-Insaan : 28. Artinya: “Kami telah
menciptakan mereka dan menguatkan
persendian tubuh mereka
,….”

· Al-Infithaar (82). Artinya :

6. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu
(berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

7. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan
kejadianmu dan menjadikan (susunan
tubuh)mu seimbang
,

8. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun
tubuhmu.

· Al-qiyaamah : 38. artinya :” kemudian mani itu menjadi segumpal darah,
lalu Allah menciptakannya, dan
menyempurnakannya,

· At-Tiin : 4. Artinya : “sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya
.”

 

Saya hanya
berharap kalau saja suatu saat ada sesuatu yang terjadi pada diri saya sehingga
tubuh saya menjadi tidak sempurna atau mungkin nanti ketika punya anak dengan
lahir dalam keadaan yang tidak seperti rata-rata bayi dilahirkan, mudah-mudahan
saya akan terus tertuju kepadaNya, karena dengan lembut Allah sudah
memberitahu…

· Al-Mu’minuun : 14. artinya :” Kemudian air
mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha
sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

· Al-Mu’min : 67. Artinya :”Dia-lah yang
menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari
segumpa darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu
dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan
kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu.
(Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”

· Al-Hajj : 5. artinya : “…maka (ketahuilah)
sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani,
kemudian dari segumpal darah, kemudian
dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna,

agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami
kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu
sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada
kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu
yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi
sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya….”

 

Salah satu contoh
orang yang berhasil dengan baik sekali melewati penyakit yang mirip seperti di
film ini, yaitu adiknya Aa Gym dan dapat merubah salah satu cara berpikir Aa Gym
sedemikian rupa sehingga seperti yang kita lihat sekarang ini.

Sebenarnya Aya di
film ini sudah sangat gigih menghadapinya seperti kita lihat dalam lirik
lagunya “tsuyoku mae he susume” (be strong, go forward, move ahead), tetapi
sayang, hanya tertuju pada dunia, dia tidak melakukan yang seharusnya. Kita
seharusnya tahu apa yang akan kita hadapi setelah mati.

· Shaad : 34. artinya :”Dan sesungguhnya Kami
telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya
sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian
ia bertaubat.

· Fushshilat : 18. artinya:”Dan Kami
selamatkan orang-orang yang beriman …”

· Fushshilat : 22. aritnya:” Kamu
sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan
dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui
kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”

· Yunus : 92. artinya : “Maka pada hari ini
Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang
yang datang sesudahmu dan sesungguhnya
kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami
.”

· Attin (95). Artinya :

5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang
serendah-rendahnya (neraka),

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari)
pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

 

Itu mungkin dari seorang Aya yang terkena penyakit, yang
bisa kita ambil pelajarannya. Kalau saya pribadi sebenarnya lebih iri pada
kondisi keluarganya yang penuh dengan komunikasi apabila ada masalah, contohnya
pada saat makan (Itadakimasu!!).

Saya bayangkan
ketika Ako (adiknya Aya) bersedia tidur di atas (tempat tidurnya tingkat dengan
Aya) waktu Aya sudah mulai lumpuh, saya bayangkan lagi bagaimana ibunya
bersikap menghadapi penyakit anaknya.

Apakah kita harus
bersikap seperti itu (bersikap baik terhadap anggota keluarga-red), setelah ada
dari anggota keluarga kita yang sakit. Padahal sudah jelas, gunakanlah waktu
lapang mu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, waktu kaya
sebelum jatuh miskin, gunakan waktu
sehat sebelum sakit
, gunakan masa hidupmu sebelum mati, agar kita tidak
menyesal belakangan nanti.

Al-An’aam : 27. artinya : “ Dan jika kamu (Muhammad)
melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia)
dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang
beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).”

Aduhai, “Kiranya kami dikembalikan ke dunia….”

Mau kah kau mengatakan ini di akhirat, dimana tempat
penyesalannya sudah tidak ada gunanya lagi? People can be change. Perbaikilah
semuanya sekarang, selagi sempat sebelum semuanya terlambat. Selagi masih di
dunia, walau itu sulit, tapi kita harus yakin bisa! Saya rasa, karena itulah
mengapa saya menangis, cukup pantas. Saya tidak mau menyesal. Saya harus
memperbaiki kesalahan yang pernah saya perbuat. Saya harus mendesain kembali
kondisi keluarga saya menjadi keluarga yang harmonis.

Masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dalam film ini,
tergantung dari kehidupan sehari-sehari teman-teman.

Pada akhirnya, kita
harus semangat dalam hidup ini. Kita harus bisa memanfaatkan sesuatu yang kita
punya sekarang dengan baik, yaitu dengan 5 perkara sebelum 5 perkara, gunakan
waktu lapang sebelum waktu sempit, masa muda sebelum masa tua, waktu kaya
sebelum jatuh miskin, gunakan waktu sehat sebelum sakit, gunakan masa hidupmu sebelum mati.

Al-‘Ashr (103). Artinya :

1. Demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati
supaya menetapi kesabaran.

Lihat juga Video "One Litre of Tears"     klik disini

Trial Finalnya                                        klik disini

atau Original Story nya                          klik disini

                                                                  
 

Benarkah hidup ini pilihan ??

Posted on June 28th, 2006 in Religion by fireman0410syah

“Kalau aku memilih, lebih baik aku tetap buta. Di dalam
kegelapan ini aku lebih banyak mendapatkan pencerahan.”

Kata-kata ini
terucap dari seorang pemeran utama dalam sebuah sinetron. Lalu bagaimana dengan
kau yang dikaruniai penglihatan? Akankah kau harus buta untuk mendapatkan
pencerahan? Masihkah kau belum mendapatkan karuniaNya, nikmatNya dan
anugerahNya? Masihkah kau belum syukuri juga?

Ternyata benar
adanya bahwa orang itu lebih banyak berhasil diberikan ujian dengan kesulitan
yang menyengsarakan dari pada dengan kesenangan dan kenikmatan yang melupakan. Ini
baru satu anggota tubuh yang diperhitungkan, bagaimana dengan yang lainnya. Telinga
kita, mulut kita, tangan kita, atau kaki kita. Perlukah Allah mengambil
pendengaranmu agar kau tak mendengar sesuatu selain Firman-FirmanNya? Perlukah
Allah menjadikanmu bisu agar kau tidak lagi berkata yang seharusnya tidak kau
katakan? Perlukah dilumpuhkan kakimu agar tak lagi kau melangkah ke tempat yang
tidak Allah suka?

Apakah harus
diambil satu persatu dari dalam tubuh kita agar kita bisa merasakan nikmat
Allah, agar kau yakin bahwa kau tidak ada apa-apanya kecuali tanpa adanya
pemberian dari Allah? Masih berapa banyak pertanyaan lagi agar kau sadar bahwa
dirimu tidak ada apa-apanya.

Dua hari yang
lalu saya tertidur di suatu tempat yang agak berdebu, ketika terbangun
tenggorokan saya sudah begitu gatalnya seperti ada yang mengganjal. Saya alergi
debu. Saya terkena flu. Tidur pun sulit. Keesokan paginya bangun dengan
keresahan. Tubuh ini menjadi resah hanya karena debu. Maha Suci Allah Yang
Menciptakan debu. Debu yang berterbangan di udara. Debu yang masuk ke dalam
tubuh saya.

Ibu seorang teman
saya terkena tumor. Tumor itu membesar di otak, tepatnya dibelakang mata dan
ada saraf mata yang terjepit karena pertumbuhan tumor itu sehingga salah satu
matanya tidak berfungsi lagi. Sebelum menyerang saraf mata yang satu lagi,
tumor itu segera diangkat. Saya yakin Anda tahu, kalau biaya operasinya tidak
murah.

Ada juga seorang
teman saya yang mempunyai kelebihan. Kelebihan harta yang membuatnya kelebihan
makan sehingga dia mengalami kelebihan berat badan. Yang hebatnya dalam satu
hari dua bungkus rokok selalu dihabisinya. Hasilnya dadanya sering sesak.
Setelah diperiksa dokter ternyata terjadi gejala penyempitan pembuluh darah
yang berhubungan langsung dengan jantungnya. Ada lagi seorang penulis, memiliki
penyakit Talasemia yang harus transfusi darah secara rutin seumur hidupnya. Bayangkan
!!

Ok. Silakan kau
memejamkan mata, mendongak ke atas dan kau lihat dalam kegelapan itu, apabila
kau yang mengalami berbagai penyakit di atas. Apakah kau harus mengalami semua
itu, baru kau akan menyadari betapa lemahnya kita, betapa tiada dayanya diri
kita? Betapa tubuh ini hanya seonggok mayat yang diberi nyawa oleh Allah.

Lalu mau kau bawa
kemana tubuh mu? Hanya untuk dimasukan ke liang lahat?

Ya..bayangkanlah
lagi ketika kau dalam kuburan. Apa yang kau lihat? Bayangkan ketika wajahmu
sebegitu pucatnya dimasukkan ke dalam liang lahat. Bayangkan ketika binatang-binatang
mulai melucuti kulitmu, menghabisi dagingmu, dan menjilati tulangmu. Hanya
untuk itu kah kau hidup?

Wahai teman….

Masih ada surga
disana. Tak mau kah kau menggapainya? Hidup abadi didalamnya? Apakah kau hanya
akan menangisi dunia yang sudah pasti kau tinggalkan? Kau sudah tahu dunia itu
fana. Hanya untuk itu kah kau hidup?

Kurang apa lagi?
Kita diciptakan di dunia ini bukan tanpa apa-apa. Ada makhluk hidup lainnya,
tumbuhan, hewan, air dan udara. Kita diberikan pegangan hidup berupa Alquran
dan Hadist. Sekian banyak Rasul telah diturunkan. Lalu apa lagi?

Hanya perasaan
sajakah yang kau ikuti?

“Ah, ga sreg
nie…”

“Terlalu banyak
aturan !!”

Sampai disitukah
perasaan mu? Benarkah kau tidak mau hidup kekal? Melewati ujian-ujian yang ada
di dunia ini dengan mengambil hikmahnya, mensyukuri nikmatNya, dan bermunajat
kepadaNya? Tak maukah nikmat yang kekal di surga kelak?

Aduhai….

Demi malam yang
berganti siang

Andai saja aku
bisa mengendalikan tubuh ku ini hanya untuk ku seorang

Maka tak akan ku
tatap dunia

Maka tak akan ku
lepaskan diriku sedikitpun dari hadapanMu

Namun aku hanya
seonggok tubuh yang tak berdaya

Yang hanya
mendapatkan kekuatan dariMu

Yang ada karena
Engkau ada

Yang tiada karena
tak Kau butuhkan

Maka berikanlah
aku kekuatan

Untuk menguatkan
imanku kepadaMu

Memudahkan ku
mendapatkan fajarMu

Merasakan
sentuhan bisikanMu

Menikmati setiap
teguranMu

Dan untuk
menjauhkan ku dari setiap larangan Mu

Agar aku tetap
berada di jalur Mu

Ya Allah

Aku sangat
berharap dengan penuh simpuh

 

Amin

 

 

 

 

people can be change…

Posted on June 28th, 2006 in About Me by fireman0410syah

Hari ini Selasa, 27 Juni 2006, kembali saya bangun
kesiangan. Tak pelak orang tua saya juga kembali meneriaki saya untuk bangun
tidur. Saya pun terbangun dengan kagetnya dan mimpi saya pun buyar seketika.
Entah apalagi agar niat untuk bangun pagi ini benar-benar tulus, ikhlas dan
semangat. Padahal Allah sudah menyampaikan…

Al-Israa’(17) : 78. Artinya :”Dirikanlah
shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah
pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

Thaahaa(20) : 130. Artinya : “Maka
sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji
Tuhanmu, sebelum terbit matahari
dan sebelum terbenamnya dan bertasbih
pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya
kamu merasa senang,”

Qaaf(50) : 39. Artinya : “Maka bersabarlah
kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu
sebelum terbit matahari
dan sebelum terbenam(nya).”

Ar Ruum(30) : 17. Artinya : “Maka bertasbihlah
kepada Allah
di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di
waktu subuh
,”

 

Bahkan
beberapa kali Allah bersumpah di dalam wahyuNya, dalam surat Al-Fajr(89) ayat 1
Allah bersumpah yang artinya “
Demi fajar,”
.

Al Muddatstsir(74) : 34. Artinya : “ dan subuh apabila mulai terang.”

At Takwiir (81) : 18. Artinya : “dan demi
subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,”

 

Sungguh
meruginya diri saya ini. Apakah saya termasuk orang yang mengingkari nikmat Mu
ya Allah….

Ar-Rahmaan(55) : 13. Artinya : “Maka nikmat
Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

 

Saya
berharap agar saya tidak mati dalam keadaan yang buruk, su`ul khatimah. Karena
beberapa kejadian sudah terjadi…

Huud (11) : 81. Artinya : “….
Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena
sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh;
bukankah subuh itu sudah dekat?".”

Al Hijr(15) : 66. Artinya : “Dan telah
Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas
habis di waktu subuh
.”

Ash Shaaffaat(37) : 177. Artinya : “Maka
apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi
hari
yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.”

 

Semoga
saya bukan termasuk orang yang dimurkai oleh Allah di waktu subuh.

Ya Allah
hanya kepadaMu lah saya memohon…

Al-Falaq(113) : 1. Artinya : “Katakanlah:
"Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,”

dan
jadikanlah saya orang-orang yang mendapatkan surga yang mengalir dibawahnya
sungai-sungai.
Ali’Imran(3) : 17. Artinya : “(yaitu) orang-orang yang
sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah),
dan yang memohon ampun di waktu sahur[187].”
 [187]. Sahur: waktu
sebelum fajar menyingsing mendekati subuh.

Ya Tuhan
kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan
peliharalah kami dari siksa neraka.(QS 3:16) Amin

 

27/06/2006 9:04 PM

Mimpi yang Bermimpi

Posted on June 23rd, 2006 in About Me by fireman0410syah

Dua malam terakhir ini saya bermimpi dengan sangat nyata
sekali. Malam kemarin saya bermimpi tentang sebuah band punkrock Blink 182 yang
berhasil mendapatkan jalan yang benar. Dalam mimpi itu saya dengan mereka punya
hubungan teman. Perilaku mereka buruk sekali, suka bertelanjang dada, berkata
kasar, ataupun mengusili orang. Mereka juga hampir tidak percaya dengan Tuhan.
Mereka menganggap inilah hidup yang singkat, yang harus dinikmati bagaimanapun
caranya. Sampai suatu ketika kami berdua sedang bermain di suatu tempat. Tak
jauh dari tempat kami bermain, tiba-tiba ada orang yang meninggal. Dalam waktu
singkat dalam mimpi itu, terjadilah interaksi antara saya, mereka dan keluarga
orang yang meninggal tersebut. Pembicaraan itu awalnya hanya mengarah pada
bagaimana orang itu bisa meninggal, lalu mulai menjurus pada pertanyaan kemana
orang itu setelah meninggal. Mereka mulai menyadari bahwa jasad yang ada pada
diri mereka itu memang dimasukkan ke dalam tanah, tetapi apakah jiwa mereka
juga ada di dalam tanah. Pertanyaan itu mereka ajukan sampai pada
pertanyaan-pertanyaan yang merubah jalan hidup mereka. Mereka sadar, bahwa
mereka tidak boleh menyia-nyiakan hidup di dunia yang sangat singkat ini. Mereka
pun mulai bertanya tentang amal-amal yang baik yang seharusnya dikerjakan di
dunia ini dan mereka menginginkan agar saya membimbing mereka untuk memulai
hidup yang baru. Entah mengapa (bukan kenapa-red), tiba-tiba Herry Getsemane
datang dalam mimpi saya, dan dia ingin membantu untuk membimbing mereka.
Akhirnya saya mendapat bantuan, dan kami benar-benar dalam surat Al-Ashr, saling menasehati dalam
kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Kemudian saya terbangun,
setelah dibangunkan orang tua saya untuk salat subuh.

Malam tadi saya bermimpi tentang keluarga saya. Ceritanya
tak beralur, hanya saja saya akan mencoba menceritakannya beralur. Awalnya saya
dan Bapak saya (saya tidak biasa memaggil Ayah) ingin pergi ke puncak,
pembicaraan pun terjadi. Saya lupa akan tujuan kami pergi ke puncak. Namanya
juga mimpi, sering terjadi ketidakjelasan. Yang unik dalam mimpi itu ketika
banyak dari anggota keluarga yang tidak bisa ikut pergi ke puncak. Tidak
biasanya, kami mendiskusikan bagaimana agar semuanya bisa ikut pergi. Tidak
biasanya pula, tutur bahasa yang kami ucapkan saat berdiskusi sangat baik dan
lembut sekali. Saya mulai mengajak ibu saya, kakak saya, dan juga adik-adik
saya, sehingga semua dapat meluangkan waktu untuk pergi ke puncak. Sesaat
ketika kami sudah menaiki mobil, saya melihat keseluruh anggota keluarga saya,
mereka semua tersenyum, dan saya mulai menyalakan mobil, tentunya saya yang
mengemudi, saya pun terbangun. Kembali, setelah dibangunkan oleh orang tua saya
untuk salat subuh.

Yang menarik, dan saya yakin, semuanya pun pernah mengalami,
kalau saja mimpi yang saya alami itu ada hubungannya dengan kejadian sebelum
saya tidur. Malam ketika saya bermimpi dengan Blink 182, sebelum tidur saya
menonton biografi Blink 182 di stasiun televisi, dan siangnya saya berbicara
panjang lebar mengenai hakikat hidup dengan seorang teman. Sedangkan malam
ketika saya bermimpi tentang keluarga saya menaiki mobil ke puncak, saya baru
saja mengantarkan kakak saya bersama orang tua saya, pergi untuk periksa ke
dokter tentang penyakit paru-paru basah yang dia alami. Saya rasa masih ada
kaitannya dengan mimpi saya.

Mungkin kita bisa memahami suatu hal yang lain dari mimpi,
karena kadang mimpi itu sangat aneh sekali. Sebuah pesan, mungkin ada sebuah
pesan yang bisa diambil dari sebuah mimpi.

Suatu hari saya pernah menghabiskan sebuah buku dalam 2 hari
berjudul Umar bin Khattab, saya tertarik dengan kehidupannya yang penuh dengan
kesederhanaan dan keteguhannya dalam menentukan mana yang benar dan yang salah.
Malam itu juga saya bermimpi. Saya berada di sebuah kuburan yang sedang saya
jiarahi, entah itu kuburan siapa. Saya bertemu dengan Nabi Muhammad saw, Abu
Bakar As Siddiq dan Umar bin Khattab, tetapi sayang mimpi itu tidak teramat
nyata. Saya tidak melihat wujud mereka bertiga dengan jelas, bahkan cenderung
gelap nan kelam. Mereka pun tidak menyebut nama mereka masing-masing, tetapi
sebagaimana mimpi yang lain, selalu ada bisikan bahwa si fulan bernama fulan,
dan si fulan bernama fulan. Mereka pun tidak memberikan pesan, bahkan hanya
menatap saya dan lewat begitu saja, bahkan hampir-hampir saya pun tidak melihat
tatapannya. Tetapi bayangan mimpi itu masih jelas sampai sekarang, mimpi yang
tiga tahun lalu saya alami. Pasti ada sebuah pesan, dan saya akan mencoba untuk
menguraikannya. Saya hanya menerka apa pesan mimpi itu, setelah sekian tahun
mengalami kehidupan sehari-hari.

Kita mulai dari beberapa “ucapan beberapa orang” bahwa yang
pernah bermimpi bertemu atau melihat wajah Nabi Muhammad saw akan masuk surga.
Saya lupa atau tidak tahu apakah ucapan itu berasal dari Hadist atau Ijtihad
saja, karena yang saya tahu didalam satu riwayat hadist bahwa setan, iblis atau
jin tidak akan bisa menyerupai Nabi Muhammad saw, sehingga apabila kita bertemu
atau melihat Nabi Muhammad saw dalam mimpi berarti kita telah bertemu Nabi
Muhammad saw dengan sebenarnya Lalu bagaimana saya yang hanya melihat bayangan
hitam berdiri yang “menamakan” dirinya Nabi Muhammad saw? Apakah saya akan
masuk neraka? Setelah saya pelajari, saya mengartikan bahwa bayangan hitam itu
adalah halangan atau ujian yang akan saya
hadapi di kehidupan selanjutnya, kalau saya berhasil melewatinya maka saya akan
mendapat surga seperti yang saya harapkan, dan kalau saya gagal maka saya akan
mendapat siksa neraka. Halangan atau ujian itu tidak akan saya sebutkan disini,
biar Allah dan saya saja yang tahu. Tapi yang pasti halangan itu untuk menguji
saya apakah saya pantas untuk masuk ke surga atau tidak. Ternyata saya gagal
menghadapi ujian itu, apakah saya akan masuk neraka? Mudah-mudahan Allah
mengampuni saya. Allah berulang kali menyebutkan bahwa Dia Maha Pengampun
hamba-hambaNya yang bertaubat. Saya tidak mau masuk neraka dan saya akan terus
menggapai surga, karena Allah masih menjanjikannya kepada saya. Mungkin suatu
saat saya akan benar-benar bertemu dengan kekasihNya, Nabi Muhammad saw, dan
para sahabat beliau, Abu Bakar As Siddiq dan Umar bin Khattab, di dalam mimpi
atau di surga kelak. Amin

Pernah juga saya bermimpi yang menyeramkan bagi diri saya.
Saya bermimpi kalau saya meninggal. Saya pun melihat wajah kematian diri saya.
Saya menyapa setiap anggota keluarga saya, tetapi tidak ada yang mendengar.
Saya ingin menyentuh tubuh mereka, tetapi tidak tersentuh. Saya melihat mereka
menangisi saya, tetapi saya tidak melihat diri saya yang dikafani. Saya hanya
bisa melihat diri saya dalam kematian ketika itu. Mengitari rumah saya,
menyesali, dan perasaan yang sangat amat membingungkan. Mimpi itu teramat jelas
sekali. Sampai saya terkaget-kaget ketika saya bangun dari tidur dan ternyata
saya masih hidup dan bayangan mimpi itu masih melekat sekali dalam ingatan
saya.

Pesan yang bisa saya ambil dari mimpi itu adalah penyesalan.
Penyesalan yang saya lakukan benar-benar sia-sia ketika itu, banyak sekali yang
belum saya lakukan untuk keluarga saya, membantu mereka, mengasihi mereka.
Bahkan untuk meminta maaf yang terakhir kalinya saat itu tidak bisa. Saya
benar-benar menyesal dan saya harapkan hal itu tidak akan terjadi pada diri
saya pada kehidupan yang sebenarnya. Saya teringat dalam

surat

Al-An’aam : 27. artinya : “ Dan jika kamu
(Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata:
"Kiranya kami dikembalikan (ke
dunia)
dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi
orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang
mengharukan).”

Saya tidak mau termasuk orang-orang yang berkata demikian di
akhirat nanti sehingga saya bukan termasuk orang yang merugi.

Mudah-mudahan ini semua merupakan pelajaran yang bisa saya
ambil dari mimpi, dan menjadi nasihat buat kita semua.

Mudah-mudahan juga hadist di bawah ini yang saya ambil dari
Riyadhun Salihin bisa menjadi penengah dan menjadi tumpuan pelajaran setelah
sekian banyak kata saya utarakan.

Bab tentang Mimpi dan yang
berkaitan dengannya

 

Arrum_30_ayat_23_2



Allah Ta’ala berfirman: “Dan diantara
tanda-tanda kekuasaanNya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari”. (Ar-Rum,
30 : 23)

 

Mimpi_1_1
1. Dari Abu
Hurairah ra. berkata: "Saya mendengar
Rasulullah saw. ber­sabda: "Tiada
lagi kenabian kecuali AI Mubasysyirat".
Para sahabat bertanya : "Apakah Al
Mubasysyirat itu?" Beliau menjawab:
"Impian yang bagus". (Ri­wayat
Bukhari).

 

Mimpi_2

    2. Dari Abu
Hurairah ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Apabila telah dekat hari kiamat maka
impian orang mukmin nyaris tidak pernah bohong. Impian orang mukmin itu
merupakan satu dari empat puluh enam bagian tanda-tanda kenabi­an".
(Riwayat Bukhari dan Muslim). Dalam
riwayat lain dikatakan: "Sebenar­benar
impianmu adalah sebenar-benar tutur katamu".

 

Mimpi_3

    3. Dari
Abu Hurairah
ra. berkata, Ra­sulullah saw. bersabda:
"Barangsiapa yang melihat aku dalam
impian maka seakan-akan ia benar-benar melihat aku dalam waktu jaga karena
setan itu tidak dapat menyerupai aku". (Riwayat Bu­khari dan
Muslim).

 

Mimpi_4

    4. Dari
Abu Sa’id AI Khudry ra.
bah­wasanya ia mendengar Nabi saw. ber­sabda:
"Apabila salah seorang di antara kamu sekalian bermimpi dengan impian yang
disukainya maka sesungguhnya impian itu dari Allah
Ta’ala, oleh karena itu, hendaknya ia memuji
kepada Allah clan menceritakannya kepada
orang lain".

Mimpi_4b Dalam riwayat lain dikatakan:
"Janganlah ia menceritakan impian itu kecuali ke­pada orang yang disukainya". Dan apa­bila ia bermimpi dengan impian yang ti­dak disukainya maka sesungguhnya im­pian itu dari setan maka berlindung
diri­lah ia dari kejelekan impiannya dan ja­nganlah
ia menceritakan impian kepada siapa pun juga
karena impian itu tidak akan membahayakan dirinya". (Riwayat Bukhari dan
Muslim).

 

Mimpi_5

    5. Dari
Abu Qatadah
ra. berkata, Ra­sulullah saw. bersabda:
"Impian yang ba­gus-dalam riwayat lain
dikatakan: "Impian yang baik-itu dari Allah, clan impian yang jelek
itu dari setan; oleh ka­rena itu, siapa yang mimpi sesuatu yang tidak
disenanginya maka hendaklah ia bertiup ke sebelah kiri tiga kali, clan hen­daklah ia berlindung diri dari setan (mem­baca ta’awudz); sesungguhnya impian itu tidak akan
membahayakan dirmya". (Riwayat Bukhari dan Muslim)

 

Mimpi_6

     6. Dari
Jabir ra. dari Rasulullah
saw., beliau bersabda: "Apabila salah seorang di antara
kamu sekalian itu bermimpi de­ngan sesuatu yang tidak disenanginya maka hendaklah ia berludah ke sebelah kirinya tiga
kali, clan hendaklah ia ber­lindung diri
kepada Allah dari gangguan setan (membaca
ta’awudz) tiga kali, ser­ta hendaklah ia
berbalik dari tidurnya yang semula".
(Riwayat Muslim).

 

Mimpi_77. Dari Abul Asqa’ Watsilah bin AI As­qa’ ra. berkata,
Rasulullah saw. ber­sabda:
"Sesungguhnya termasuk se­suatu yang sangat tercela yaitu bila se­seorang mengaku turunan kepada selain
ayahnya, atau ia mendustakan impian yang tidak
dilihatnya, atau ia mengata­kan atas nama Rasulullah saw. apa yang tidak
disabdakan oleh beliau". (Riwayat Bukhari).

 

 

Tulisannya
belum selesai nih….

Tadi
pagi saya ketiduran dan bermimpi.
Mimpinya cukup unik, tentang Pak Budiawan (Head of Construction Material
Development Section PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Tbk) yang menjadi
perantara sponsor perusahaan ITP kepada kegiatan Seminar Nasional yang diadakan
Teknik Sipil UI, kebetulan saya jadi Sekretaris di acara itu, jadi kami berdua
cukup akarab.

Dalam
mimpi itu saya sedang membuat sebuah tempat belajar Islam yang membutuhkan
pengajar. Entah dari mana dan bagaimana, tiba-tiba saya sudah berhadapan dengan
Pak Budiawan yang sedang mengajar murid-murid. Cukup lama saya memperhatikan
Pak Budiawan yang fasih mengajar agama Islam dengan lancarnya. Sampai saya tidak
ada kesempatan untuk berbicara dengan Pak Budiawan dalam mimpi itu. Yang saya
heran, saya tahu bahwa Pak Budiawan bukan orang religius dari sikapnya, dari
perkataan dan perilakunya, walau sering saya melihat dia memakai celana yang ngegantung. Tetapi celana gantung itu
tidak menandakan bahwa orang itu salafi, karena saya perhatikan kebanyakan
orang kantoran celananya banyak yang ngegantung.
Coba saja lihat Pak Andy sebagai pembawa acara Kick Andy! Yang ditayangkan di
Metro TV, celananya juga ngegantung.
Sekali lagi mimpi itu nyata sekali buat saya. Makanya ketika saya terbangun
saya langsung tersenyum dan keheranan.

Wassalam

fire

 

jangan lupa…

Posted on June 19th, 2006 in Uncategorized by fireman0410syah

jangan lupa di blog ini ada beberapa group/kategori…
1.about_me
2.from_fusi
3.peoples
4.religion
5.weblogs

My Photos

Posted on June 3rd, 2006 in Uncategorized by fireman0410syah

klik disini
1. Mbombo
2. Kuta, Bali
3. Keluarga di Ntonggu, Bima (underconstruction)
4. Keluarga di Dena, Sila
5. Bima